7 Fakta Terjadinya Uban Dini

  Hasil survei sebuah majalah yang digelar di lima kota besar Indonesia, 43% perempuan mewarnai rambutnya untuk menutupi uban.
1.’Uban usia dini’ bias dicegah.
  Fakta: Tak seorang pun yang bias memprediksi munculnya uban. Tidak juga ahli medis. Setiap manusia punya moment berbeda kapan tepatnya ia akan beruban. Rata-rata, manusia normal akan mulai beruban saat berusia 40 tahun atau lebih. Cepat atau lambatnya, kecuali terdapat penyakit kelainan genetik, banyak faktor penyebabnya.

  Masalahnya, banyak perempuan sekarang yang sudah beruban meski usia masih dibawah 30-an. Hal tersebut tidak mungkin dicegah, tapi bias diperlambat. Salah satu caranya adalah dengan tonokum, moisturizing serum dan ekstra nutrisi secara intensif pada akar rambut dan batang rambut.
2.Setiap orang punya resiko terkena uban lebih cepat.
  Fakta: Meski hingga kini belum ada penelitian yang bias memastikan penyebab munculnya uban premature ini, namun bila kelenjar rambut terganggu dan folikel rambut telah berhenti memproduksi melanin alias tidak menghasilkan pigment, bisa dipastikan rambut akan memutih dengan sendirinya. Diagnosa medis sementara yang mungkin dijadikan pegangan adalah kenyataan bahwa uban tidak akan tumbuh tanpa
  sebab. Kelainan genetic, kekurangan gizi, degradasi melanosit, factor bawaan atau pernah mengalami penyakit tertentu bisa menjadi penyebab utama tumbuhnya uban lebih cepat.
3.Bleaching, coloring dan rebonding bisa menyebabkan rambut beruban.
  Fakta: Zat peroxide, baik dari senyawa hydrogen atau alkaline yang biasa terdapat dalam produk pewarna rambut dan hanya akan menyerang permukaan, lapisan kutikula, cortex dan medulla rambut. Meski berpengaruh terhadap elastisitas rambut, namun peroxide tidak mengganggu kerja produksi melanin.
  Artinya, pigment rambut tetaplah bekerja memproduksi zat warna rambut seperti biasa, sampai saatnya ia melemah dan berhenti dengan sendirinya. Begitupun dengan produk hairstyling lainnya. Daya kerjanya tidak berhubungan dengan siklus pertumbuhan uban.
4.Uban gejala awal kebotakan.
  Fakta: Jika anda sudah mendapatkan uban saat berusia dibawah usia 20 tahun sebaiknya perlu waspada. Sebab, saat anda memasuki usia kepala tiga, biasanya uban akan tumbuh lebih banyak dan intensitas warna putihnya bertambah solid. Selain itu, kondisi kulit kepala biasanya jadi sangat sensitive dan rawan komplikasi.
5.Makanan cepat saji dan makan yang mengandung bahan pengawet bisa meningkatkan resiko uban lebih cepat.
  Fakta: Banyak penyebab timbulnya uban dini yang masih belum tuntas diselidiki.
  Namun, makanan olahan yang mengandung bahan pengawet atau yang dibiakan dari hasil rekayasa teknoogi hormonal, bisa mengganggu metabolisme. Hal ini juga akan mempengaruhi sirkulasi oksigen dan nutrisi ke jaringan kulit kepala yang idealnya menyokong kerja melanin di sel-sel rambut.
6.Makin sering ditutupi dengan cat rambut, uban semakin banyak.
   Fakta: Idealnya, pewarnaan rambut dua bulan sekali. Karena, setelah 60 hari akar rambut yang baru biasanya akan mulai terlihat. Jika mengganggu penampilan, lakukan re-coloring secara berkala. Periode ini juga brguna untuk member jeda pada permukaan kulit agar kondisi akar rambut kembali normal.
7.Kloning rambut cara ampuh atasi uban?
   Fakta: Dari penelitian terakhir di Univ. Pennsylvania School of Medicine menyebutkan, hair multiplication atau penanaman rambut bukan untuk mengatasi uban. Namun, bila jumlahrambut yang sehat lebih banyak, otomatis sel rambut baru ini bisa menutupi uban agar lebih tersamar. Treatment yang bekerja dengan mengembangbiakan sel folikel rambut yang sehat (dan tidak beruban) di laboratorium khusus ini, sampai sekarang masih terus dikembangkan. Meski terbilang revolusioner, tehnik ini masih perlu penyempurnaan.

Sumber: Chic.


Artikel Terkait

Belum ada Komentar untuk "7 Fakta Terjadinya Uban Dini"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel